Air Bersih Semakin Langka, Warga Inisiatif Menggali Sumur Sendiri

Senin, 17 Agustus 2015

Jasa Bor Sumur dan Solusi Sumber Air Serta Migas
Menyediakan, Jasa Bor Sumur atau Gali Sumur | Service | Sparepart | dan Pengeboran Sumur Dengan alat Khusus.Jasa Bor Sumur Jatisampurna - Bor Sumur Cibubur - Bor Sumur Kota Wisata - Bor Sumur Legenda - Jasa Bor Sumur Jakarta Timur - Jasa Bor Sumur Jakarta barat - Jasa Bor Sumur Jakarta Selatan -  Jasa Bor Sumur Jakarta Pusat- Jasa Bor Sumur Bekasi Barat - Jasa Bor Sumur Bekasi Selatan - Jasa Bor Sumur Cileungsi - Jasa Bor Sumur JABODETABEK - Bahkan Luar daerah
Welcome Kali ini www.gali-sumur.com ( Solusi Sumber Air & MIGAS / JASA BOR SUMUR - Sparepart AIR & MIGAS - Service Alat AIR & MIGAS - Wireline Tools & Equiepment Tools MIGAS ) akan berbagi Info Mengenai Air Bersih Semakin Langka, Warga Intisiatif Menggali Sumur Sendiri. untuk selengkapnya mari kita lihat dibawah ini  www.gali-sumur.com.


KUNINGAN – Kekeringan telah menyebabkan banyak orang kesulitan, namun di musim kemarau, ada saja solusi yang ditemukan warga untuk mendapatkan air bersih. Seperti warga Desa Cibeureum, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang kini sudah banyak yang membuat sumur gali di Sungai Cikaro anak sungai Cijangkelok yang melintasi desa tersebut.
Pasalnya, sumur gali dan sumber air bersih andalan warga yang ada di lingkungan permukiman warga desa tersebut kini sudah banyak yang surut bahkan kering kerontang.
Jaenal (40) adalah salah satu warga RT 02 RW 1, Desa Cibeureum, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, yang mengambil air dari sumur gali di Sungai Cikaro, sekitar rumahnya.
Sumur musiman buatan warga pada musim kemarau di sungai itu dikenal warga setempat dengan sebutan bebelik. Sumur bebelik di sungai yang biasa mengering pada musim kemarau itu, dibuat warga di titik-titik tertentu yang diyakini memiliki potensi air bawah tanah cukup subur dan mampu bertahan hingga akhir kemarau.
Sumur-sumur bebelik Sungai Cikaro di desa tersebut, rata-rata dibuat berbentuk lingkaran berdiemeter sekitar 75 centimeter, dengan kedalaman antara sekitar 50 cm hingga 1,5 meter.
Sebagian besar di antaranya dibiarkan terbuka dikelilingi bilik sederhana. Selain itu, banyak juga bebelik milik perorangan yang ditutup rapat dan airnya langsung dialirkan ke rumah pemiliknya melalui pipa paralon dibantu mesin pompa air tenaga listrik.
Air tampungan pada sumur-sumur bebelik di sungai itu, terlihat cukup jernih. Namun, menurut sejumlah warga penggunanya, air dari sumur bebelik selama ini hanya dipakai untuk keperluan mandi cuci dan kakus.
"Kalau untuk minum dan memasak, saya biasa meminta air dari sumur-sumur milik tetangga di lingkungan perumahan yang masih ada airnya. Ada juga di antaranya yang membeli air bersih galonan dan mengambil air bersih ke desa-desa lain yang subur air," kata Emoh (40) warga RT 2 RW 1, Desa Cibeureum, yang sedang menyuci perabotan rumah tangganya dari air bebelik, di sungai tersebut.
Upaya pemenuhan kebutuhan air di sungai tersebut, setiap musim kemarau termasuk pada kemarau sekarang, juga banyak dilakukan warga desa lainnya di bagian hulu sungai tersebut.
Selain itu, sumur gali di sungai pada musim kemarau dikenal juga dengan sebutan bebelik, pada kemarau ini sudah banyak juga ditemukan di sepanjang Sungai Cijangkelok, Kecamatan Cibingbin, Kuningan.
(rtw)
Sumber : Okezone.com 
 

KLIK CHAT VIA WHATSAPP

Terpercaya di Indonesia

SuPPort BY

Klik Sini gan

REKENING CV GALI-SUMUR

REKENING CV GALI-SUMUR
BCA : 7401047453 A.n Joko Murdiyanto

TLP / WA

TLP / WA

Follow Me