Cara kerja Geolistrik dan Manfaat Eksplorasinya dalam mencari Kandungan mineral lainnya

Sabtu, 25 Juli 2015

 Jasa Bor sumur dan solusi sumber air serta migas
Menyediakan | Jasa | Service | Sparepart | dan Pengeboran Sumur Dengan alat Khusus Cibubur - kota wisata - legenda - jakarta timur - jakarta barat - jakarta selatan- bekasi barat - bekasi selatan JABODETABEK - Bahkan Luar daerah ya cuma kami gali-sumur (dot) com
Gali sumur Yang kami lakukan adalah dengan menggunakan alat Bor sumur khusus yang lebih mudah dan cepat untuk melakukan penggalian air sumur

Welcome Kali ini www.gali-sumur.com ( Solusi Sumber Air & MIGAS / JASA BOR SUMUR - Sparepart AIR & MIGAS - Service Alat AIR & MIGAS - Wireline Tools & Equiepment Tools MIGAS ) akan berbagi Info Mengenai Cara kerja Geolistrik dan Manfaat Eksplorasinya dalam mencari Kandungan mineral lainnya. untuk selengkapnya mari kita lihat tulisan dibawah ini  www.gali-sumur.com.  
Dalam beberapa seri pertama, kita mengenal beberapa informasi umum tentang fenomena gempa bumi. Gempa bumi di bidang keilmuan geofisika merupakan fenomena sifat fisika bumi yang elastik. Atau dapat berubah bentuk. Dalam seri yang kedua ini, akan dibahas bagaimana sifat fisika bumi lainnya, yaitu kelistrikan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk bidang eksplorasi. Artikel ini membahas teori-teori dan beberapa hal mendasar dari geolistrik, silahkan Anda lanjut ke link berikut untuk melihat bagaimana aplikasi Geolistrik dalam eksplorasi sumber daya alam.

Batuan-batuan di dalam bumi, dan beberapa material lainnya (misalnya fluida, mineral, dan lain sebagainya) memiliki resistivitas atau konduktivitas tertentu. Resistivitas adalah ukuran bagaimana suatu material mengalirkan aliran arus listrik. Batuan berpori dengan kandungan fluida yang bersifat elektrolit biasanya memiliki nilai resistivitas yang rendah, artinya batuan tersebut memiliki kemampuan yang baik dalam mengalirkan aliran arus listrik atau batuan tersebut bersifat konduktif. Distribusi resistivitas di bawah permukaan bumi diperoleh dari hasil perekaman beda potensial di permukaan akibat dari adanya arus listrik yang diinjeksikan ke dalam bumi melalui suatu elektroda. Gambar 1 di bawah ini menunjukkan skematik sederhana pengukuran geolistrik pada medium yang homogen.

Gambar 1. Aliran arus listrik apabila menggunakan satu elektroda A sebagai sumber arus (a), aliran arus listrik oleh sepasang elektroda sumber AB dan penerima MN (b). (Sumber: Geoelectrical Methods – MØLLER et al)
Pengukuran geolistrik berkaitan erat dengan geometri susunan elektroda arus dan potensial yang digunakan. Beberapa konfigurasi elektroda yang umum digunakan adalah Schlumberger, Wenner, Dipole-dipole, dan Gradient Array. Perkiraan distribusi resistivitas secara horizontal atau lateral dari data sekunder memungkinkan untuk melakukan pengukuran geolistrik dengan teknik sounding atau profiling. Geolistrik sounding atau Vertical Electrical Sounding merupakan salah satu teknik geolistrik 1-Dimensi yang melihat perubahan nilai resistivitas yang bervariasi terhadap kedalaman di satu titik. Konfigurasi elektroda yang umum digunakan adalah konfigurasi Schlumberger. Variasi perubahan nilai resistivitas secara lateral dapat dilihat secara tepat dengan teknik geolistrik profiling atau geolistrik 2-Dimensi. (Gambar 2)
Gambar 2. Konfigurasi elektroda yang umum digunakan (Sumber: Milsom, 2003)
Teknik pengukuran geolistrik di lapangan telah berkembang dari penggunaan sepasang elektroda sumber arus dan sepasang elektroda penerima beda potensial menjadi beberapa elektroda sekaligus (multi electrode). Setiap elektroda dapat berfungsi sebagai sumber atau penerima pada saat tertentu. Penggunaan elektroda semacam ini, dapat meningkatkan produktifitas dan menekan biaya operasional lapangan. (Gambar 3).
Gambar 3. Layout pengukuran geolistrik multi-eketroda
Metoda geolistrik untuk eksplorasi telah digunakan sejak lama, terutama untuk kepentingan pertambangan. Dalam sejarah, pada tahun 1910, dua bersaudara berkebangsaan Prancis, Conrad dan Marcel Schlumberger menemukan bahwa biji besi dapat dibedakan dari sekitarnya dengan mengukur sifat konduktivitas listriknya. Batuan yang mengandung biji besi ini akan lebih konduktif dibandingkan batuan-batuan di sekitarnya. Jika suatu medan listrik dapat dialirkan ke dalam tanah, pengukuran tegangan listrik di permukaan dapat digambarkan sebagai peta yang menunjukan daerah-dearah yang memiliki nilai potensial listrik yang sama. Di tahun 1912, Conrad mencoba metoda ini pada survey di tambang besi di sekitar Caen, Normandy. Eksperimen yang dilakukan Conrad dan Marcel ini merupakan cikal bakal metoda electrical well logging dari perusahaan Schlumberger.
Artikel ditulis oleh Ferry Rahman Aries & Fahdi Maula
Sumber :.hagi.or.id
 

KLIK CHAT VIA WHATSAPP

Terpercaya di Indonesia

SuPPort BY

Klik Sini gan

REKENING CV GALI-SUMUR

REKENING CV GALI-SUMUR
BCA : 7401047453 A.n Joko Murdiyanto

TLP / WA

TLP / WA

Follow Me